BANGGAI TIMES – Kekhawatiran akan pasokan bahan baku kilang nasional meningkat setelah kapal raksasa Pertamina Pride (IMO: 9888493) dilaporkan masih tertahan di perairan Teluk Persia. Hingga Minggu (29/03/2026), kapal pengangkut minyak mentah ini terpantau dalam posisi at anchor dan belum menunjukkan pergerakan menuju Indonesia.
Berdasarkan data AIS terbaru, Pertamina Pride sebenarnya telah menyelesaikan pemuatan di Ras Tanura, Arab Saudi, sejak 15 Maret 2026. Namun, alih-alih berlayar menuju Cilacap, kapal sepanjang 330 meter ini justru “terpaku” di posisinya dengan kecepatan 0 knot.

Kondisi ini akibat pengetatan jalur keluar masuk Selat Hormuz oleh Iran yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Status “Berlabuh” selama 14 hari menunjukkan adanya hambatan keamanan yang membuat kapal milik Indonesia ini tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Dilema Target Tiba di Cilacap
Meskipun dalam sistem navigasi tertera estimasi waktu tiba (Estimated Time of Arrival) di Cilacap (ID CXP) pada 2 April 2026, target tersebut terancam melesat. *
(Naser Kantu)
















