Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

Direktur RSUD Luwuk Paparkan Dua Skema Tanggungan Program Berani Sehat, Dorong Capaian UHC 100 Persen

×

Direktur RSUD Luwuk Paparkan Dua Skema Tanggungan Program Berani Sehat, Dorong Capaian UHC 100 Persen

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Luwuk - Budianto Uda'a
Example 468x60

BANGGAI TIMES — Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR., M.Ked.Klin., memaparkan dua skema tanggungan perawatan melalui Program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid-Reny Lamadjido yakni Berani Sehat.

Skema pertama adalah BPJS Kesehatan, skema kedua adalah Non BPJS Kesehatan. Penjelasan tersebut disampaikan kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Jumat (13/3/2026).

Menurut dr. Budianto, pada skema BPJS Kesehatan, pembiayaan perawatan pasien yang tidak masuk tanggungan pemerintah kabupaten maka otomatis menjadi tanggungan provinsi melalui program Berani Sehat. Skema ini diharapkan menjadi jaring pengaman agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

Sementara itu, untuk skema Non BPJS Kesehatan, ia menyebutkan bahwa pembiayaan perawatan di RSUD Luwuk juga dapat ditanggung melalui Berani Sehat, khususnya untuk kasus-kasus tertentu seperti korban kekerasan terhadap perempuan dan korban bencana alam.

Baca juga:   RSUD Luwuk Jadi Klaster Rujukan Timur Sulteng, Perkuat Layanan Unggulan Medis dan KJSU-KIA

Selain itu, terdapat pula penanggungan biaya perawatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai melalui program Gerbang Sehat.

“Ketika pembiayaan belum dapat di-cover oleh kabupaten, maka pemerintah provinsi hadir melalui Berani Sehat untuk membantu. Sementara untuk peserta PBI BPJS Kesehatan, penanggungannya juga dilakukan oleh Pemda Banggai melalui Gerbang Sehat,” jelasnya.

Gerbang Sehat yang dicanangkan oleh Bupati Banggai H. Amirudin dan Wakil Bupati Banggai H. Furqanuddin Masulili diharapkan dapat menghadirkan pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kab. Banggai.

Baca juga:   Era ATFM, Pelayanan RSUD Luwuk Meningkat Drastis

Lebih lanjut, ia menyinggung capaian Universal Health Coverage (UHC) di kabupaten Banggai, yang menurutnya hampir mencapai 100 persen dari total penduduk. Cakupan tersebut mencakup peserta BPJS baik melalui skema PBI maupun non-PBI, seperti aparatur sipil negara (ASN), tenaga honorer, hingga pegawai swasta.

“UHC berarti hampir seluruh masyarakat dalam satu kabupaten telah menjadi peserta BPJS, baik melalui bantuan pemerintah maupun secara mandiri,” terangnya.

Dengan implementasi Program Berani Sehat, Gerbang Sehat, serta tingginya cakupan kepesertaan BPJS, Ketua IDI Kabupaten Banggai ini berkomitmen akses layanan kesehatan masyarakat dapat semakin merata dan berkelanjutan. *

(Naser Kantu)

Example 120x600