BANGGAI TIMES – Dibalik hutan hujan dan jalur terjal yang memisahkan akses menuju Desa Baloa, dedikasi para tenaga kesehatan tak pernah surut. Selama tiga hari perjalanan, tim dari Puskesmas Pagimana Kabupaten Banggai menembus pedalaman, menyusuri medan yang tak mudah, demi satu tujuan: menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat adat yang tinggal jauh dari jangkauan fasilitas medis.
Pada Kamis, 3 April 2026, langkah mereka sampai di daerah paling terpencil di Kabupaten Banggai, tepatnya di Desa Baloa, Kecamatan Pagimana. Di sana, harapan sederhana menyambut mereka, para orang tua yang membawa bayi mereka untuk mendapatkan imunisasi, sebuah perlindungan awal bagi masa depan anak-anak mereka.
Mantri imunisasi, Abu Kasim Zaman, menyampaikan bahwa sebanyak 10 bayi berhasil mendapatkan layanan imunisasi. Bukan hanya itu, kehadiran tim medis juga membawa angin segar bagi warga. Pengobatan gratis diberikan langsung oleh dokter dan tenaga kesehatan yang turut serta dalam rombongan.
Sebanyak 21 orang tim Puskesmas Pagimana bergerak bersama dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara untuk kemanusiaan ini. Mereka bukan sekadar petugas, tetapi juga jembatan harapan bagi masyarakat yang selama ini hidup jauh dari akses layanan kesehatan.
Di tengah sunyi hutan dan keterbatasan, langkah mereka menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak mengenal batas. Bahkan di tempat yang sulit dijangkau sekalipun, negara tetap hadir melalui tangan-tangan yang rela menembus belantara demi senyum dan kesehatan masyarakat Baloa. *
(Naser Kantu)














