BANGGAI TIMES – Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai melakukan penyelidikan terhadap dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan yang menimpa sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Banggai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara hingga 13 Oktober 2025 pukul 18.30 WITA yang dikeluarkan Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, tercatat enam orang siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada tanggal 13 Oktober 2025 sekitar pukul 13.00 WITA.
Seluruh kasus dilaporkan berasal dari siswa MTs Negeri 1 Banggai, dengan gejala utama berupa mual, muntah, nyeri perut, dan pusing.
Sebanyak 5 siswa dilaksanakan penangan medis di ruang IGD Puskesmas Kampung Baru selanjutnya rawat jalan. Satu siswa lagi diarahkan ke IGD RS Claire Medica.
Kepala Dinas Kesehatan Banggai Nurmasyita Datu Adam yang di konfirmasi, pada Selasa (14/10/2025) membenarkan data tersebut.
“Iya benar, tapi tidak ada siswa yang dirawat inap. Semuanya sudah pulang,” ucapnya.
Dinkes kata Nurmasyita masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang diambil BPOM Luwuk.
Ia menyebutkan MBG yang dikonsumsi siswa MTs Negeri Banggai berasal dari dapur MBG yang berlokasi di Jl. S. Parman (Pelita).
Pengujian laboratorium juga dilakukan terhadap air yang digunakan pihak penyedia MBG saat proses pengolahan MBG.
“Sampel air sudah diambil oleh Dinas Kesehatan. Kami hanya melaksanakan penanganan medisnya,” ucap Kepala Puskesmas Kampung Baru saat ditemui terpisah oleh media ini.
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) Yesberlin yang dikonfirmasi terkait dugaan keracunan MBG, tidak memberikan tanggapan sama sekali.
Diketahui Dapur MBG yang beralamatkan di Jl. S. Parman Kelurahan Luwuk, ini merupakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kurnia Luwuk Sejati. *
















