BANGGAI TIMES – Keluhan salah satu wartawan di Banggai yang diberitakan oleh sebuah media online terkait wawancara doorstop Bupati Banggai usai pelantikan Pejabat Tinggi Pratama dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.
Wartawan Banggai Times, Naser Kantu, yang berada di lokasi kejadian, menyampaikan bahwa situasi saat itu berjalan normal dan tidak seperti yang digambarkan.
“Saya berada dekat dengan yang bersangkutan (Amrillah Mokoagow). Saat itu semua wartawan berada didalam ruangan pelantikan untuk meliput. Tidak ada ajudan yang berteriak melarang peliputan bahkan menyuruh keluar dari area peliputan, yang diatur ajudan hanyalah memberikan arahan terkait pengambilan foto agar tidak mengganggu prosesi pelantikan. Menurut saya, hal tersebut terlalu dibesar-besarkan,” ujar Naser.
Hal senada juga disampaikan wartawan Sulteng Times, Andika. Ia menegaskan bahwa proses doorstop berlangsung baik dan kondusif, tanpa adanya tindakan kasar.
“Doorstop berjalan baik-baik saja. Tidak ada dorongan yang terkesan kasar. Bahkan ajudan Pak Bupati memegang tangan yang bersangkutan secara perlahan sembari sedikit tersenyum,” ungkap Andika.
Sementara itu, wartawan terasbanggai.com, Budi Sahari, juga menyatakan bahwa tidak ada kejadian luar biasa dalam sesi doorstop tersebut maupun di dalam ruangan. Menurutnya, Bupati Banggai saat itu hanya menjelaskan rencana seleksi terbuka untuk 15 kepala perangkat daerah.
“Bagi saya, wajar jika ada teguran ketika narasumber merasa kurang nyaman. Dan saya melihat langsung, yang bersangkutan hanya diarahkan secara perlahan,” tandas Budi. *
















