BANGGAI TIMES – PT Koninis Fajar Mineral (KFM) secara resmi membuka Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di PIT Cendrawasih, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen perusahaan dalam menjadikan keselamatan sebagai nadi utama seluruh aktivitas pertambangan, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.

Pembukaan Bulan K3 Nasional dipimpin oleh Site Manager Teddy Runtukahu mewakili sekaligus membacakan sambutan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Koninis Fajar Mineral, M. Najmi Alramadan, serta dihadiri oleh jajaran Penanggung Jawab Operasional dari sejumlah mitra kerja, antara lain PT Jaga Aman Sejahtera, PT Karya Investama Mining, PT Tempopress Internasional Deliveri, PT Jasa Mutu Mineral, para kepala departemen PT KFM, serta seluruh pekerja dan kontraktor di lingkungan operasional tambang.
Dalam sambutannya, M. Najmi Alramadan menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memastikan budaya keselamatan benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas pertambangan.

“Momentum ini mengingatkan kita pada lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Ini bukan hanya peringatan tahunan, tetapi jeda strategis untuk mengevaluasi sejauh mana keselamatan telah menjadi budaya kerja di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan makna tema Bulan K3 Nasional 2026 dalam konteks operasional PT KFM, yang mencakup tiga pilar utama, yakni profesional, andal, dan kolaboratif.

Pada aspek profesional, KTT menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap regulasi, termasuk implementasi RKAB tahunan sesuai Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2025.
Menurutnya, K3 harus dipandang sebagai kompetensi inti, bukan sekadar kewajiban administratif.

Sementara itu, pada aspek andal, PT KFM didorong untuk memanfaatkan teknologi pertambangan modern seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), serta sistem pelaporan MinerbaOne, tanpa mengesampingkan peran manusia sebagai benteng terakhir keselamatan.
Adapun pada aspek kolaboratif, Najmi menegaskan bahwa keselamatan pertambangan merupakan tanggung jawab bersama tanpa batas antara perusahaan dan mitra kerja.

“Keselamatan tidak mengenal pagar konsesi. Kita semua adalah satu ekosistem. Jika satu nyawa terancam, maka seluruh sistem keselamatan kita dinyatakan gagal,” tegasnya.
Dalam rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, seluruh pekerja diharapkan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas penerapan K3, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi atas pencapaian kinerja K3 PT KFM sepanjang tahun 2025, yang dinilai berhasil meminimalkan risiko dan bahaya kerja sehingga target RKAB dapat tercapai sesuai harapan pemegang saham di bawah naungan 28 Ayoda Group.
Sebagai penutup, seluruh insan pertambangan PT KFM bersama-sama memperbaharui Janji Keselamatan Pertambangan, yang menegaskan komitmen terhadap penerapan prosedur kerja aman, kelayakan peralatan, kompetensi dan kebugaran pekerja, serta pengendalian risiko secara menyeluruh.

Dengan memohon rida Tuhan Yang Maha Esa, Kepala Teknik Tambang PT Koninis Fajar Mineral secara resmi menyatakan Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 dimulai.
“Setiap pekerja yang berangkat dengan doa, harus pulang dengan selamat untuk bertemu keluarga. Nyawa dan kesehatan adalah hal yang tidak tergantikan,” pungkasnya.

Dalam upacara ini, PT. KFM memberikan penghargaan kepada mitra kerja mereka atas komitmen penerapan K3 selama Tahun 2025 dilingkunga kerja PT. KFM, yakni kepada PT. TID, PT. Jatra site Bunta, dan PT. KIM. *
(Naser Kantu)
















