Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI BISNIS

Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Tanker Pertamina ‘Gamsunoro’ Dua Pekan Nongkrong Setelah Bertolak dari Irak

×

Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Tanker Pertamina ‘Gamsunoro’ Dua Pekan Nongkrong Setelah Bertolak dari Irak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGGAI TIMES – Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dan berdampak langsung pada aset energi nasional. Kapal tanker milik Indonesia, Gamsunoro (IMO: 9677313), dilaporkan menjadi salah satu dari dua kapal pengangkut minyak mentah yang saat ini terjebak di tengah blokade Selat Hormuz.

Berdasarkan pantauan data satelit MarineTraffic per akhir Maret 2026, kapal raksasa ini terakhir kali melakukan pergerakan signifikan setelah bertolak dari pelabuhan utama Irak.

Kronologi Keberangkatan dari Khor Al Zubair

Kapal Gamsunoro tercatat melakukan keberangkatan dari pelabuhan Khor Al Zubair (IQ KAZ), Irak, pada tanggal 14 Maret 2026 pukul 07:20 (UTC+3). Kapal yang membawa muatan minyak mentah ini sedianya akan melintasi Selat Hormuz untuk menuju jalur internasional.

Baca juga:   Kolaborasi Bersama Disdagrin, 2,8 Ton Bahan Pokok Habis Terjual di Pasar Murah Kejari Banggai

Namun, posisi terakhir pada peta navigasi menunjukkan kapal masih berada di dalam area Teluk Arab (Persia) 17 menit yang lalu, di sekitar perairan Quwait, dengan waktu setempat kapal 29 Maret 2026 pukul 05.43 (UTC+3), tertahan oleh situasi keamanan yang tidak menentu di jalur sempit tersebut.

Mengenal Kapal Gamsunoro: Aset Vital Indonesia

Meskipun dalam data navigasi sering menggunakan bendera Panama untuk kemudahan operasional internasional, Gamsunoro adalah kapal di bawah manajemen PT Pertamina International Shipping (PIS).

  • Jenis Kapal: Crude Oil Tanker (Aframax)
  • Dimensi : LOA 228,6 Meter – Lebar 42 Meter
  • Fungsi: Mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan energi nasional.
  • Kapasitas: Mampu membawa ratusan ribu barel minyak dalam satu kali perjalanan.
  • Draft saat ini : 9,1 meter
  • Tanda Panggilan : 9V5818
Baca juga:   Pemesanan Tiket Meningkat Drastis Jelang Lebaran, 700 Seat AirAsia dan Batik Air Sudah Penuh

Catatan Redaksi: Keamanan jalur distribusi energi di Selat Hormuz sangat krusial bagi kestabilan harga BBM di dalam negeri. Publik diharapkan tetap tenang sembari menunggu proses diplomasi yang sedang berjalan. *

(Naser Kantu)

Example 120x600