BANGGAI TIMES – Di tengah dinamika tambang dan masa depan bumi, pelataran Cafe Chemistry di Luwuk menjelma menjadi arena adu gagasan. Akademisi, praktisi pertambangan dan organisasi kepemudaan duduk satu meja dalam dialog publik bertema “Pertumbuhan Ekonomi dan Dilema Pertambangan terhadap Kelestarian Lingkungan”.
Kegiatan ini digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen(HMM) dan Himpunan Mahasiawa Akuntansi (HIMAKSI) Fakultas dan Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Luwuk, Jumat (27/2/2026).

Hadir sebagai narasumber Kepala Teknik Tambang PT. Koninis Fajar Mineral M. Najmi Alramadhan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Luwuk Dr. Wahyudin Rahman, serta Ketua HMI Cabang Banggai Fadlan Hakim.
Dalam dialog tersebut, mengemuka pandangan bahwa sektor pertambangan dan pertanian tidak harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan. Kegiatan pertambangan dinilai tetap dapat berlangsung tanpa mematikan sektor pertanian di sekitar wilayah operasional, sepanjang dikelola dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan.
Dialog ini juga menekankan bahwa setiap aktivitas investasi, termasuk di sektor pertambangan, tidak dapat dilepaskan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai peta jalan pembangunan daerah.
RTRW menjadi acuan utama dalam menentukan kesesuaian suatu kegiatan usaha dengan peruntukan ruang yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi multipihak dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan selaras dengan tata ruang wilayah Kabupaten Banggai. *
















