Example floating
Example floating
Example 728x250
Infrastruktur Negeri

Rangkaian Hari Bhakti PU ke-80 di Banggai: Penguatan Lingkungan, Kepedulian Sosial, dan Semangat Humanis Insan PUPR

×

Rangkaian Hari Bhakti PU ke-80 di Banggai: Penguatan Lingkungan, Kepedulian Sosial, dan Semangat Humanis Insan PUPR

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGGAI TIMES – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-80, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan sosial dan internal dengan mengusung tema nasional “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Menurut Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP), Ir. I Putu Jati Arsana, ST. MT selaku Koordinator Pelaksanaan Bhakti Sosial bahwa rangkaian kegiatan Hari Bhakti PU ke-80 Tahun 2025 diawali dengan kegiatan bhakti sosial terdiri dari dua kegiatan utama.

Bersih-Bersih Sungai Jole di Kelurahan Simpong

    Bhakti sosial bersih-bersih sungai yang berlokasi di bantaran sungai Jole Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan. Ratusan pegawai PUPR, dibantu masyarakat setempat dan para relawan, terjun langsung membersihkan sampah dan sedimentasi ringan di sepanjang aliran sungai.

    Aksi ini sekaligus menjadi komitmen Dinas PUPR dalam mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan perkotaan serta meningkatkan kapasitas aliran sungai untuk mencegah risiko genangan.

    Kegiatan bersih-bersih Sungai Jole di Kelurahan Simpong diawali dengan senam bersama dengan menghadirkan dua instruktur, yaitu Zin Sesil dan Zin Resdy. Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, I Dewa Gede Supatriagama, ST. M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup, Camat Luwuk Selatan dan Lurah Simpong, para relawan dan masyarakat di sekitar bantaran sungai serta seluruh pegawai Dinas PUPR atas dukungan, fasilitasi dan partisipasinya dalam kegiatan bersih-bersih bantaran sungai. Sebelum pelaksanaan kegiatan, diadakan doa bersama untuk kelancaran kegiatan yang dipandu oleh Rizal Bukeni, A.Md. Komp.

    Dewa dalam sambutannya, mengemukakan bahwa ada tujuh perspektif pentingnya menjaga kebersihan dan keberlangsungan sungai, yakni sungai berfungsi sebagai sumber air baku, jalur drainase alami, habitat keanekaragaman hayati, dan pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

    Kemudian sungai kata Dewa juga mengurangi risiko banjir dan genangan, serta mendorong kesadaran lingkungan masyarakat. Keteladanan pegawai PUPR akan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

    Baca juga:   Bidang Bina Marga Bangun Infrastruktur Jalan 88,79 Kilometer Sepanjang 2025 di Banggai

    Selanjutnya mendukung kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan kota, serta implementasi semangat Bhakti PU, ini adalah bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara tentang beton dan aspal, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan merawat lingkungan hidup.

    Kolaborasi antar-instansi dan masyarakat dalam egiatan ini, kata Dewa, dimaknai sebagai pentingnya kolaborasi antara Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta masyarakat.

    Terakhir, ia menyebutkan untuk menyiapkan masa depan yang berkelanjutan, kota yang lebih tangguh terhadap bencana, serta masyarakat yang tumbuh bersama dalam kesadaran ekologis.

    Bhakti Sosial ke Panti Asuhan dan Pasraman

    Sebagai wujud kepedulian sosial, Dinas PUPR Kabupaten Banggai juga melaksanakan kunjungan Bhakti Sosial ke panti asuhan dan pasraman. Bhakti sosial dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Panti Asuhan Maemunah Abas Nursin Luwuk, Panti Asuhan Kasih Bunda Luwuk dan Pasraman Giri Shanti Bhuana Luwuk.

    Bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan pendidikan, serta dukungan lainnya diserahkan langsung kepada pengurus lembaga. Kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menegaskan bahwa insan PUPR hadir untuk masyarakat, tanpa memandang latar belakang dan golongan.

    Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas PUPR, I Dewa Gede Supatriagama, ST. M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan panti asuhan atas kesempatan yang diberikan bagi Insan PUPR Kabupaten Banggai untuk berbagi. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen bahwa pembangunan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat—baik fisik, sosial, maupun spiritual. Bantuan yang diberikan merupakan sumbangan sukarela pegawai Dinas PUPR Kabupaten Banggai dan Dewa berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi anak-anak panti. Mengakhiri sambutannya, Dewa mohon doa dan dukungannya agar pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR dapat dilaksanakan dengan baik dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

    Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP), Ir. I Putu Jati Arsana, ST. MT selaku Koordinator Pelaksanaan Bhakti Sosial mengemukakan bahwa bhakti sosial ke panti asuhan dan pasraman memiliki urgensi yang sangat kuat dan relevan dengan semangat Hari Bhakti PU, antara lain:

    Baca juga:   Jalan Lumpoyok–Pasar Tua Dibangun Dua Tahap, Eksekusi Dimulai 2026

    a. Memperkuat dimensi kemanusiaan dalam pembangunan infrastruktur. PUPR tidak hanya membangun jalan, jembatan, air minum, dan bangunan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sosial dan moral generasi muda.

    b. Mendukung pendidikan, pembinaan, dan masa depan anak-anak. Anak-anak di panti asuhan dan pasraman membutuhkan dukungan agar tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berkarakter.

    c. Membangun kepedulian sosial di lingkungan ASN PUPR. Nilai-nilai seperti gotong royong, pelayanan publik yang humanis, dan kepekaan sosial dipupuk melalui interaksi langsung dengan sesama yang membutuhkan.

    d. Menghidupkan nilai spiritual dan kearifan lokal. Panti Asuhan dan Pasraman sebagai lembaga pembinaan agama dan budaya menjadi simbol pentingnya memelihara moral dan spiritual generasi muda.

    Dengan demikian, Bhakti Sosial ke panti asuhan dan pasraman bukan sekadar serangkaian kegiatan seremonial dalam rangka Hari Bhakti PU, melainkan cerminan komitmen bahwa pembangunan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat—baik fisik, sosial, maupun spiritual.

    Jati mengemukakan bahwa ada tiga sasaran panti asuhan dan pasraman, tetapi baru dapat dilaksanakan pada dua panti asuhan karena untuk kegiatan bhakti sosial di pasraman akan dilaksanakan minggu depan.

    Dua panti asuhan yang menjadi sasaran kegiatan pada hari ini adalah Panti Asuhan Maemunah Abas Nursin yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas, Dedy Lakita, ST. M.Eng dan didampingi oleh Kepala Bidang Pengairan, Takdir Said, ST serta beberapa pegawai dan kedua adalah Panti Asuhan Kasih Bunda yang dipimpin langsung oleh Plt. Kadis, I Dewa Gede Supatriagama, ST. M.Si yang didampingi oleh Kepala Bidang PBIP, Ir. I Putu Jati Arsana, ST. MT, Pengurus DWP PUPR serta beberapa pegawai. *

    Example 120x600