Example floating
Example floating
Example 728x250
Humaniora

Saat Seragam Polisi Menjadi Sandaran Kemanusiaan : 5.400 Hari Hamzah Ladema Menjaga Sonit

×

Saat Seragam Polisi Menjadi Sandaran Kemanusiaan : 5.400 Hari Hamzah Ladema Menjaga Sonit

Sebarkan artikel ini
Bripka Hamzah Ladema
Example 468x60

BANGGAI TIMES – ​Di koordinat terjauh Sulawesi Tengah, tepat di bibir Samudra yang berbatasan langsung dengan Maluku Utara, terdapat sebuah titik kecil bernama Desa Sonit, pengabdian bukan lagi sekadar kata benda. Ia telah menjelma menjadi detak jantung kehidupan masyarakat melalui sosok Bripka Hamzah Ladema.

Desa yang berada dalam administrasi Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, ini bukanlah wilayah yang mudah dijangkau. Siapa pun yang ingin bertandang harus bersahabat dengan ganasnya ombak Laut Maluku selama lima hingga enam jam perjalanan laut. Namun, bagi Bripka Hamzah, jarak tersebut bukan penghalang, melainkan garis depan amanah yang ia emban sejak tahun 2008.

5.400 Hari Menyatu Dengan Urusan Dapur Warga

Selama lebih dari 15 tahun bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, Hamzah telah melampaui tugas pokoknya sebagai aparat keamanan. Ia telah meruntuhkan sekat antara “petugas” dan “masyarakat”. Di mata warga Sonit, ia adalah saudara yang hadir saat lumbung pangan kosong, dan sosok pertama yang datang ketika konflik sosial mulai memicu percikan.

Baca juga:   Tak Ingin TAP MPR Dilanggar, Komisi III DPR Pastikan Polri Tetap Dibawah Presiden

​Kedekatan emosional ini membuahkan sebuah fenomena unik. Setiap kali muncul rencana pergantian personel Bhabinkamtibmas, warga desa serentak melakukan penolakan. Bagi mereka, Hamzah bukan sekadar penjaga ketertiban, melainkan pelindung yang sudah mendarah daging.

Transformasi Ekonomi lewat Rumput Laut

Tak hanya menjaga keamanan, Bripka Hamzah juga menjadi motor penggerak ekonomi desa. Melihat potensi laut yang begitu besar, ia mendorong warga untuk beralih menjadi pembudidaya rumput laut. Tak berhenti di tahap menanam, Hamzah bahkan terjun langsung melakukan survei harga pasar di kota-kota lain demi memastikan hasil keringat warganya dihargai secara adil.

​”Tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kepedulian,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan. Kini, banyak keluarga di Desa Sonit yang mampu menyambung hidup dan menyekolahkan anak-anak mereka berkat sektor rumput laut yang diinisiasi oleh sang polisi.

Baca juga:   Jalin MoU dengan Kemendagri-Polri, Jaksa Agung : Perwujudan Asas Peradilan Cepat, Sederhana, dan Biaya Ringan

​Menuju Hoegeng Awards 2026

Meski belasan tahun bekerja dalam senyap tanpa sorot kamera, ketulusan Hamzah akhirnya tercium oleh khalayak luas. Dedikasi tanpa pamrih ini membawanya masuk dalam bursa kandidat Hoegeng Awards 2026.

​Kisah salah satu personel Polres Banggai Kepulauan, ini adalah bukti sahih bahwa menjaga kedaulatan negeri tidak selalu soal senjata, melainkan tentang bagaimana menghidupkan harapan di tempat-tempat yang hampir terlupakan.

Di bawah langit Sonit, Hamzah telah menuliskan definisi baru tentang arti seorang “Pelindung, Pengayom, dan Pelayan Masyarakat” yang sesungguhnya. *

(Naser Kantu)

Example 120x600