BANGGAITIMES.ID – Keluhan jalan rusak bukan hanya di sampaikan warga desa Baya. Warga Desa Siuna juga ikut bersuara terkait jalan mereka yang sudah rusak parah yang akibat kerap dilintasi Drum Track milik perusahan Aspal Mixing Plant (AMP).
Kepada Banggai Times, warga Desa Siuna Muktar Kalasang mengungkapkan jalan Desa Siuna saat ini telah mengalami kerusakan cukup serius, badan jalan penuh dengan lubang, becek sehingga untuk mengakses jalan tersebut sudah sangat sulit, roda empat dan dua untuk saat ini tidak bisa melintas
“Bukan hanya dusun II Matanyo Desa Baya Kecamatan Luwuk Timur yang rusak tembus sampe Desa Siuna Kecamatan Pagimana juga rusak, mobil DT AMP yang bikin rusak sering lalu lalang angkut material aspal untuk perbaikan jalan provensi yang ada di kecamatan Bualemo,” ungkap Ta sapaannya.
Ia berharap agar pihak perusahan dapat memperhatikan kondisi jalan dan memperbaikinya, jangan hanya di gunakan terus tidak di perhatikan, jalan ini bukan milik perusahan yang seyoginya di gunakan untuk kepentingan perusahan.
“Jalan ini milik umum siapa saja bisa lewat tidak ada yang melarang, hanya saja kalau sering di lewati mobil berat jadinya seperti ini, kalau hanya mobil kecil dan motor tidak mungkin jalan ini hancur,” pungkasnya.
Perbaikan Jalan
Terpisah Doni Pataeta atau biasa di sapa ko Doni selaku penanggung jawab AMP di konfirmasi Banggai Times, Senin (01/07/2024) mengatakan kerusakan jalan di dusun II Matanyo Desa Baya dan sekitarnya sudah dalam perbaikan.

“Sudah kami kerahkan alat berat untuk melakukan penimbunan di beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan,untuk kelanjutanya tinggal menunggu waktu akan di perbaiki tetap bersabar,” ungkapnya.
Sementara itu informasi yang di himpun media ini menyebutkan kerusakan jalan di dusun matanyo desa Baya bukan hanya di sebabkan oleh aktivitas perusahan AMP melainkan juga di sebabkan oleh mobil perusahan milik PT. Kurnia Luwuk Sejahtera (KLS) yang kerap melintas mengangkut kelapa sawit. *