Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
PEMDA BANGGAI

BRIDA Jadi OPD Pertama di Banggai Terapkan Energi Bersih

×

BRIDA Jadi OPD Pertama di Banggai Terapkan Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai (Foto : IST)
Example 468x60

BANGGAI TIMES – Kabupaten Banggai mulai menunjukkan komitmen serius dalam menerjemahkan konsep pembangunan berkelanjutan ke dalam aksi nyata. Langkah pionir ini diawali oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai yang resmi menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pertama di lingkungan pemerintah kabupaten yang menerapkan sistem energi bersih secara mandiri melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Institusi yang membidangi riset dan inovasi ini menginisiasi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap sebagai solusi pemenuhan kebutuhan energi modern yang efisien sekaligus ramah lingkungan. Langkah ini menjadi angin segar di tengah dorongan global untuk mempercepat transisi energi di tingkat sub-nasional.

Anggaran Strategis untuk Efisiensi Jangka Panjang

Sebagai bentuk keseriusan dalam merealisasikan program tersebut, BRIDA Banggai mengalokasikan anggaran pengadaan PLTS sebesar Rp600 juta. Alokasi ini diproyeksikan bukan sekadar sebagai belanja modal investasi biasa, melainkan sebagai investasi strategis jangka panjang yang akan mereduksi beban fiskal daerah untuk pos operasional listrik.

Kepala BRIDA : Andi Nursyamsi Amir

Kepala BRIDA Banggai, Andi Nursyamsi Amir, menyampaikan bahwa integrasi teknologi PLTS ini dirancang untuk menopang kebutuhan energi listrik utama di Kantor BRIDA. Lebih dari itu, proyek ini berfungsi sebagai proyek percontohan (pilot project) transformasi energi bersih di lingkungan birokrasi pemerintah daerah.

Baca juga:   Keren dan Modern, Bupati Banggai Serahkan Mobil Layanan Keliling Disdukcapil

“Pemanfaatan PLTS ini adalah inovasi konkret BRIDA Banggai dalam menghadirkan sistem tata kelola energi yang lebih cerdas (smart energy) dan berkelanjutan. Target kami, penggunaan listrik konvensional dari PLN dapat ditekan hingga 80 persen. Dengan demikian, anggaran operasional kantor dapat dialihkan secara lebih efisien untuk program riset masyarakat lainnya,” ujar Andi Nursyamsi pada Senin (2/2/2026).

Aksi Nyata Green Economy di Kabupaten Banggai

Dari visi besar pembangunan berkelanjutan Bupati Banggai Amirudin bersama Wakil Bupati Furqanuddin Masulili di Kabupaten Banggai, langkah BRIDA ini merupakan manifestasi langsung dari pilar Green Economy (Ekonomi Hijau). Upaya mengurangi ketergantungan hingga 80 persen terhadap penggunaan listrik berbahan bakar minyak dari Perusahan Listrik Negara (PLN) membuktikan bahwa efisiensi ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dalam tata kelola pemerintahan (green governance).
Keberadaan PLTS di kantor BRIDA ini memuat tiga dampak strategis bagi daerah, mulai dari lingkungan, kebijakan fiskal, hingga multiplier efek.

Baca juga:   Menteri Arifah Fauzi dan Gubernur Anwar Hafid Sebut HAN 2025 di Banggai Paling Meriah

Pada sisi lingkungan, penggunaan PLTS di kantor BRIDA turut menurunkan emisi karbon secara signifikan pada tingkat perkantoran publik di Banggai. Sedangkan pada kebijakan fiskal, secara pasti anggaran operasional BRIDA dapat menghemat belanja daerah untuk pembayaran listrik PLN secara permanen dan jangka panjang.
Ahirnya program ini disiapkan menjadi role model yang siap direplikasi oleh OPD lain di Kabupaten Banggai, maupun fasilitas publik lainnya.

Melalui langkah inovatif ini, BRIDA Banggai menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya piawai merumuskan gagasan di atas kertas, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan struktural yang nyata. Langkah awal transisi energi dari pusat riset daerah ini diharapkan memicu gelombang regulasi baru di Kabupaten Banggai—sebuah langkah taktis menuju daerah mandiri energi yang selaras dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

(Penulis : Naser Kantu)

Example 120x600