Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan dan Budaya

Tarian Onsulen Kape Tampil Memukau, Disdikbud Banggai Jadi Pusat Perhatian di HUT Sulteng 2026

×

Tarian Onsulen Kape Tampil Memukau, Disdikbud Banggai Jadi Pusat Perhatian di HUT Sulteng 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGGAI TIMES – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai tampil impresif dalam gelaran Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke-62 tahun 2026, Senin (13/4/2026).

Berlokasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, kontingen Kabupaten Banggai yang tampil dengan nomor urut satu sukses menjalankan perannya sebagai peserta pembuka sekaligus menarik perhatian Gubernur, Wakil Gubernur, serta jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah dan masyarakat yang memadati jalur utama parade.

​Rombongan yang berkekuatan 40 personel ini dipimpin dan dilatih langsung oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Banggai, Subrata Kalape, S.Sn., M.M.

Kehadiran rombongan semakin istimewa dengan keterlibatan tokoh adat Suku Andio, Istanto Bidja, yang berjalan bersama pemuda-pemudi Kecamatan Masama dalam balutan pakaian adat asli suku tersebut.

​Fokus utama parade terletak pada sajian tarian Onsulen Kape oleh gabungan pelajar Kabupaten Banggai yang tergabung dalam Komunitas Seni Rompong.

Baca juga:   Dilepas Kadisdikbud Banggai dan Ratusan Guru, 6 Kepsek di Toili Barat Masuk Purnabakti

Onsulen Kape sendiri adalah sebuah tarian tradisional yang merefleksikan penghormatan putri-putri Suku Andio dalam menyambut Raja serta tamu-tamu kehormatan.

Keanggunan gerak tari ini kian lengkap dengan kehadiran dua pasang kostum nasional yang mengangkat tema Burung Lainsama, satwa legenda yang melambangkan kesetiaan kepada Putri Mapaang dari Kerajaan Tompotika.

​Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Syafrudin Hinelo, Kabid Kebudayaan Disdikbud Banggai, Subrata Kalape, ditemui disela-sela karnaval, menjelaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya daerah untuk memperkenalkan khazanah budaya Banggai di level provinsi.

​”Kami berupaya menampilkan identitas budaya Banggai, dimana pada karnaval tahun ini adalah Suku Andio dan sejarah Kerajaan Tompotika. Ini bukan sekadar parade, melainkan tanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai luhur agar tetap dikenal oleh masyarakat luas di tengah perkembangan zaman,” tutur Subrata.

Baca juga:   Disdikbud Banggai Liburkan Kegiatan Belajar PAUD hingga SMP pada 1 September 2025

​Selain aspek pelestarian, Subrata juga menekankan pentingnya promosi potensi daerah melalui ajang tahunan seperti ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh adat dan generasi muda Masama dalam rombongan ini adalah kunci keberlanjutan budaya.

​”Harapan kami, melalui momentum ini, budaya Kabupaten Banggai semakin dikenal dan bisa menjadi daya tarik wisata budaya yang unggul. Kami ingin generasi muda memiliki rasa bangga yang besar terhadap akar sejarah mereka sendiri,” tambahnya.

​Penampilan yang memadukan tradisi tutur dan visual kostum yang megah ini berhasil menutup parade Kabupaten Banggai dengan apresiasi positif dari panggung kehormatan yang diisi oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah, sekaligus menegaskan komitmen Disdikbud Banggai dalam menjaga marwah kebudayaan daerah. *

Example 120x600