BANGGAI TIMES – Pemerintah daerah Kabupaten Banggai memberikan apresiasi tinggi kepada perusahaan pertambangan nikel, PT Koninis Fajar Mineral (KFM), atas konsistensinya dalam menjaga kelestarian alam. Perusahaan dinilai sukses menjalankan program reklamasi dan revegetasi secara terstruktur guna mengembalikan fungsi ekologis lahan pascatambang.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Camat Bunta dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar PT KFM di In Pit Area In Pit Dump Blok Murai, Rabu (17/6). Pada momen tersebut, PT KFM bersama mitra kerjanya melakukan penanaman 1.000 pohon di area bekas tambang.
Konsistensi Sejak 2001 Menuai Pujian
Camat Bunta, Buhari Malihat, menyatakan rasa kagumnya atas komitmen lingkungan PT KFM yang telah berlangsung lama sejak awal beroperasi di wilayah Bunta pada tahun 2001, dan kini terus diperkuat di bawah kepemimpinan Kepala Teknik Tambang (KTT) Muh Najmi Alramadhan.
”Atas nama pemerintah, kami sangat mengapresiasi langkah nyata PT KFM dalam mengelola lingkungan pertambangan dengan baik. Kami mendukung penuh kegiatan ini dan mengusulkan agar ke depan ditanam vegetasi bernilai ekonomi sekaligus ekologis, seperti pohon kemiri yang menjadi sumber pakan burung maleo,” ujar Buhari.
DLH Banggai Harapkan Jadi Percontohan
Senada dengan Camat Bunta, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai juga memuji keselarasan antara operasional tambang PT KFM dengan perlindungan alam. Pemerintah berharap penerapan konsep pertambangan berkelanjutan (sustainable mining) ini bisa menular ke perusahaan lain.
”Apa yang dilakukan PT KFM dalam menjaga komitmen lingkungan ini luar biasa. Kami berharap ini menjadi inspirasi dan percontohan bagi perusahaan pertambangan nikel lainnya di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Mari kita terus bersinergi menjaga aspek lingkungan dan sosial,” pungkas Plt Kadis LH. *
















