BANGGAI TIMES — PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU), emiten yang bergerak di bidang jasa pengujian laboratorium, inspeksi, dan sertifikasi, resmi mengumumkan deretan investor strategis yang menyerap saham baru perseroan. Melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement, MUTU berhasil mengantongi dana segar senilai Rp29.999.995.100 atau sekitar Rp29,9 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perseroan, MUTU menerbitkan sebanyak 309.278.300 saham baru dengan harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp97 per saham. Langkah strategis ini berhasil menarik minat sejumlah tokoh bisnis nasional serta entitas regional terkemuka.
Sinergi Investor Kakap dan Pemain Regional
PT Samala Serasi Utama menjadi pemegang porsi terbesar dalam aksi korporasi ini dengan menyerap sebanyak 103.092.700 saham. Perusahaan tersebut merupakan kemitraan strategis antara Sandiaga Salahuddin Uno dan Roestandi Tsamanov. Sandiaga dikenal luas sebagai investor senior dengan rekam jejak kuat di berbagai emiten besar seperti Adaro dan Merdeka Copper Gold, sementara Roestandi membawa keahlian di sektor teknologi melalui PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT).
Selain Samala Serasi Utama, PT Bumi Hijau Sedaya turut mengambil bagian dengan menyerap 41.237.100 saham. Aksi korporasi ini juga menarik minat Interra Resources Limited, perusahaan energi yang tercatat di Bursa Singapura (SGX), yang masuk melalui anak usahanya di Indonesia guna mengembangkan platform keberlanjutan (renewables).
Nama besar lain yang ikut memperkuat modal MUTU adalah Ridzki Kramadibrata, wirausahawan climate-tech yang juga mantan Presiden Grab Indonesia. Kehadiran Ridzki diharapkan mampu menyinergikan teknologi dengan kapabilitas verifikasi karbon milik MUTU. Sementara itu, investor lama seperti Andreas Tjahjadi dan Leonard Tanubrata kembali menyuntikkan modal, mempertegas keyakinan mereka atas prospek jangka panjang perseroan.
Manajemen MUTU memastikan bahwa seluruh investor strategis yang terlibat tidak memiliki hubungan afiliasi, baik secara manajemen maupun kepemilikan saham, dengan pemegang saham pengendali, direksi, maupun dewan komisaris perseroan.
Bahan Bakar Baru Menuju Perdagangan Karbon
Direktur Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk, Sumarna, menyatakan optimisme tinggi atas masuknya para investor ini. Ia menilai bergabungnya figur-figur berpengalaman menjadi modal kuat bagi perseroan untuk bergerak lebih cepat.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh para investor strategis ini terhadap fundamental dan prospek bisnis MUTU. Bergabungnya nama-nama besar dan entitas berpengalaman ke dalam struktur permodalan kami menjadi bahan bakar baru bagi perseroan untuk berakselerasi lebih cepat,” ujar Sumarna dalam keterangan resminya.
Senada dengan itu, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa investasi ini merupakan bagian dari komitmennya untuk mendorong transformasi ekonomi hijau di Indonesia. MUTU dinilai memiliki posisi krusial sebagai enabler standar keberlanjutan global.
“Investasi ini bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga bentuk dukungan kami terhadap akselerasi transformasi ekonomi hijau nasional yang semakin membutuhkan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan terhadap standar global. Kami percaya MUTU memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama,” ungkap Sandiaga.
Manajemen mengungkapkan bahwa seluruh dana dari private placement ini akan difokuskan untuk memperkuat kapasitas perseroan. Fokus utamanya meliputi ekspansi laboratorium di sektor Halal dan TICVA (Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance), serta mempercepat pengembangan bisnis karbon.
Langkah ekspansi ini dirasa tepat momentum seiring dengan berlakunya kewajiban perdagangan karbon mulai tahun 2026 yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025. Berdasarkan regulasi tersebut, setiap pengurangan emisi wajib divalidasi dan diverifikasi oleh lembaga yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebelum diterbitkan sebagai Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Dalam konteks ini, MUTU bersiap menjadi tulang punggung implementasi dekarbonisasi nasional.
Restrukturisasi Modal dan Jadwal Eksekusi
Pasca-eksekusi private placement, jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh MUTU otomatis meningkat menjadi 3.452.228.885 lembar saham. Total nilai nominal modal disetor perseroan juga tumbuh dari Rp78,5 miliar menjadi Rp86,3 miliar. Akibat aksi korporasi ini, tingkat dilusi saham bagi pemegang saham lama diperkirakan berada di angka 8,96%.
Rangkaian jadwal pelaksanaan private placement MUTU telah dimulai sejak pengumuman rencana pada 19 Juni 2026. Selanjutnya, proses pembayaran dan penyetoran saham dijadwalkan pada 25 Juni 2026, diikuti oleh penerbitan serta distribusi saham pada 26 Juni 2026.
Saham baru hasil private placement ini direncanakan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Juni 2026, dan perseroan akan menutup rangkaian aksi korporasi ini dengan pengumuman hasil pelaksanaan resmi pada 30 Juni 2026. *
















