BANGGAI TIMES – Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lalong di Kota Luwuk akan segera bertransformasi menjadi pusat aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Banggai. Pemerintah Kabupaten Banggai telah memaparkan grand design pembangunan fasilitas teater terbuka (open stage) yang dirancang dengan konsep arsitektur serupa dengan panggung pertunjukan seni di Bali.
Bupati Banggai Amirudin dalam pemaparan konsep tersebut menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan ruang ekspresi bagi para seniman dan budayawan lokal.
“Kami ingin RTH Lalong tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau kota, tetapi juga menjadi pusat konsentrasi pertunjukan seni dan budaya daerah. Ke depannya, seluruh perhelatan kesenian, konser musik akan dipusatkan di sini dengan fasilitas teater terbuka yang representatif,” ujar Bupati Amirudin, Selasa (30/5/2026) saat dijumpai sejumlah wartawan di kediamannya.
Mengangkat Identitas Lokal
Konsep teater terbuka yang direncanakan akan mengadopsi estetika panggung seni di Graha Wisnu Kencana (GWK) Bali yang dikenal menyatu dengan alam. Selain aspek estetika, pembangunan ini juga akan mempertimbangkan kenyamanan penonton dan aksesibilitas bagi masyarakat umum.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Banggai. Dengan adanya pusat pertunjukan yang permanen, para pegiat seni diharapkan memiliki wadah yang layak untuk menampilkan karya-karya tradisional maupun kontemporer kepada masyarakat luas.
Sumber PAD
Pengembangan kawasan ini diproyeksikan akan memberikan dampak ganda (multiplier effect), tidak hanya bagi pelestarian kebudayaan, tetapi juga bagi sektor pariwisata dan UMKM di pusat kota Luwuk. Area RTH Lalong yang strategis diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung ke Luwuk, sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang kecil di kawasan tersebut melalui perputaran massa saat acara berlangsung.
Bupati Amirudin juga menekankan dengan dibangunnya pusat seni dan budaya RTH Lalong, akan menjadi sumber Pendaoatan Asli Daerah. *
















