BANGGAI TIMES β Kemeriahan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali memunculkan pertanyaan terkait dampak efisiensi anggaran besar-besaran mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kesiapan kontingen dari 12 kabupaten/kota, khususnya dalam hal jumlah atlet yang akan diberangkatkan.
Ketua KONI Sulawesi Tengah, Fathur Razaq, menanggapi hal tersebut dengan menegaskan bahwa kemeriahan Porprov pada dasarnya tetap terjaga, karena semangat olahraga dari masing-masing daerah tidak pernah surut.
βSetiap event Porprov pastilah selalu ramai dan spektakuler, karena semangat olahraga itu selalu ada dari setiap daerah. Semua tergantung dari tuan rumah penyelenggara,β ujarnya.
Namun, saat disinggung lebih jauh mengenai kemungkinan berkurangnya jumlah atlet akibat keterbatasan anggaran di masing-masing daerah, Fatur mengakui bahwa hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
βItu tergantung kabupatennya masing-masing,β kata putera Gubernur Sulteng, Anwar Hafid ini.
Ia juga tidak menampik bahwa jika terjadi pengurangan jumlah atlet, maka jumlah peserta secara keseluruhan bisa terdampak. Meski begitu, pihak KONI Sulteng akan tetap menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
βKami menyesuaikan, melihat situasi dan kondisi, apapun yang terjadi,β tutupnya. *
(Naser Kantu)
















