BANGGAI TIMES – Pembangunan jembatan gantung di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, yang dibiayai menggunakan dana pribadi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Namun, di tengah dukungan tersebut, muncul perbandingan antara langkah Gubernur dengan Pemerintah Kabupaten Banggai yang sebelumnya memberikan bantuan perahu karet sebagai solusi sementara.
Menanggapi hal itu, salah seorang warga Desa Masungkang, Ketut Suaratama, mengimbau masyarakat agar tidak membanding-bandingkan maupun saling menyalahkan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banggai.
Menurutnya, kehadiran jembatan gantung merupakan harapan besar masyarakat yang akhirnya mendapat respons cepat dari Gubernur Anwar Hafid melalui pendanaan pribadi.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian yang tulus terhadap keselamatan warga, terutama anak-anak yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk bersekolah.
“Pak Gubernur langsung memberi tanggapan dengan menggunakan dana pribadi. Itu adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan anak-anak dalam menempuh pendidikan. Dilakukan dengan tulus dan ikhlas, itu adalah perbuatan yang sangat mulia dan kami sangat terharu,” ujar Ketut di media sosialnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak tepat jika langkah tersebut kemudian dijadikan alasan untuk menghujat Pemerintah Kabupaten Banggai seolah-olah tidak bekerja.
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah juga telah melaksanakan berbagai program pembangunan yang bersumber dari anggaran daerah.
Hanya saja, tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dalam waktu bersamaan karena harus menyesuaikan kemampuan keuangan dan mekanisme penganggaran.
“Selama ini banyak program yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banggai. Tidak semua persoalan bisa diselesaikan sekaligus karena melihat kemampuan serta mekanisme anggaran,” Tulisnya.
Ketut berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banggai dapat terus bersinergi untuk mempercepat pembangunan di Desa Masungkang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap memberikan apresiasi kepada kedua pihak, karena pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami masyarakat Desa Masungkang tetap berharap pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten hadir untuk mempercepat pembangunan di daerah kami. Jadi menurut kami tidak perlu saling menyalahkan, tetapi tetap mengapresiasi keduanya karena tujuannya sama, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.*
















