Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
HUKUM & KRIMINAL

Momentum Hari Bhayangkara ke-80: Polri Harus Semakin Profesional, Demokratis, dan Tetap Menjadi Pengayom Rakyat

×

Momentum Hari Bhayangkara ke-80: Polri Harus Semakin Profesional, Demokratis, dan Tetap Menjadi Pengayom Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGGAI TIMES – Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Luwuk Banggai menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia atas pengabdiannya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.(Luwuk, 1 Juli 2026)

Ketua DPC GMNI Luwuk Banggai, Abdul Salewo, menyampaikan bahwa usia ke-80 merupakan momentum refleksi bagi institusi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme, integritas, dan keberpihakannya kepada rakyat.

“Polri merupakan institusi yang memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita tidak dapat menutup mata bahwa masih banyak anggota Polri yang bekerja dengan penuh dedikasi, hadir membantu masyarakat, menjaga keamanan, dan memberikan rasa keadilan. Pengabdian seperti inilah yang harus terus dipertahankan dan diperkuat,” ujar Abdul Salewo.

Baca juga:   Saat Seragam Polisi Menjadi Sandaran Kemanusiaan : 5.400 Hari Hamzah Ladema Menjaga Sonit

Di sisi lain, Abdul Salewo menegaskan bahwa GMNI sebagai organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menyampaikan kritik sebagai bagian dari kontrol demokrasi. Disahkannya Undang-Undang Polri memunculkan sejumlah catatan kritis dari masyarakat sipil, terutama terhadap ketentuan yang memberikan ruang lebih luas bagi anggota Polri untuk menduduki jabatan-jabatan sipil serta pengaturan mengenai masa jabatan Kapolri yang dinilai berpotensi memengaruhi prinsip supremasi sipil dan semangat reformasi.

“Sebagai negara demokrasi, setiap regulasi harus tetap menjaga prinsip checks and balances serta memastikan tidak terjadi perluasan kewenangan yang berpotensi mengaburkan batas antara ranah sipil dan ranah penegakan hukum. Kritik ini bukan bentuk antipati terhadap Polri, melainkan wujud kepedulian agar institusi kepolisian tetap profesional, independen, dan semakin dipercaya rakyat,” tegasnya.

Baca juga:   Perkara BBM 1,5 Ton, Penyidik Satreskrim Banggai Periksa Saksi Ahli

Menutup pernyataannya, Abdul Salewo berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi titik penguatan bagi Polri untuk terus melakukan pembenahan internal, menjunjung tinggi hak asasi manusia, mengedepankan pendekatan yang humanis, serta tetap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, berintegritas, amanah, dan dicintai rakyat Indonesia. Jadilah institusi yang senantiasa berpihak pada keadilan, melayani tanpa diskriminasi, serta menjaga kepercayaan publik sebagai modal utama dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.”

Example 120x600