BANGGAI TIMES – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali menuai sorotan hangat warga Pagimana. Sebuah keluhan mengenai cepat habisnya pasokan BBM subsidi di SPBU setempat mendadak viral di media sosial Facebook usai diunggah oleh akun warga di grup facebook Portal PAGIMANA.
Dalam unggahan awal, akun Snoopy Doug menyuarakan rasa prihatinnya atas pasokan dua tangki Pertalite yang ludes hanya dalam semalam, sehingga menyulitkan para pekerja dan warga lokal yang membutuhkan BBM di pagi hari.
“Bayangkan kemarin sore ada masuk dua tangki, rata tidak ada sisa ini pagi…”* tulisnya.
Netizen Ungkap Dugaan Antrean Jerigen dan “Uang Saku”
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang menyuarakan kekesalan serta dugaan penyebab cepat habisnya pasokan BBM tersebut.
Beberapa netizen secara gamblang menuding adanya indikasi permainan atau praktik pengisian jerigen secara tak wajar di SPBU. Akun Lional Messi menyebutkan bahwa jalur pengisian kerap diprioritaskan untuk jerigen yang diduga disertai uang imbalan bagi petugas.
“Kalo isi bensin, yang sebelah kanan itu khusus jerigen, satu jerigen ada uang sakunya untuk yang isi… Jangankan dua tangki, satu kapal tanker parkir di sana tidak lama habis…” tulis akun tersebut di kolom komentar.
“hahahah,,,
dstu memamg pling bnyak b isi pke jergen,tp disini masi bgs, biqr ito mo b isi t perlu barcode,cb d spbu lain,” tambah akun DelightfulOw5571.
Keraguan Publik terhadap Pengawasan
Tak hanya menyoroti pihak SPBU Pagimana, sejumlah warganet juga menyuarakan rasa pesimistis dan sikap skeptis terhadap efektivitas pemberitaan maupun pengawasan dari pihak berwenang. Mereka menilai masalah kelangkaan BBM ini sudah berulang kali terjadi tanpa solusi konkret.
Beberapa komentar menyindir peran media dan aparat penegak hukum yang dianggap belum mampu menyelesaikan masalah secara tuntas.
“Percuma mau kasih viral, tetap begini terus. Jadi banyak-banyak sabar saja…” ujar akun Ima Hamzah.
Melalui ramainya tanggapan warga di media sosial ini, masyarakat berharap adanya tindakan tegas dan pengawasan nyata dari pihak Pertamina maupun pihak kepolisian khususnya Polresta Banggai yang kini dipimpin Kombes. Hendri Yulianto setempat agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak terus-menerus merugikan warga sekitar. *
















