BANGGAI TIMES — Komitmen dalam menjaga kualifikasi dan standar penanganan medis terus ditunjukkan oleh RSUD Luwuk. Pada Kamis (10/9/2026), pihak rumah sakit menyelenggarakan kegiatan Audit Klinis Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) dan TB Sensitif Obat (SO) yang bertempat di Ruang Rapat Lantai II RSUD Luwuk, Kelurahan Bungin Timur.
Digelar secara gabungan (hybrid) melalui tatap muka dan sambungan daring, forum ini dihadiri oleh jajaran manajemen RSUD Luwuk, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, hingga utusan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Selain itu, sejumlah puskesmas di wilayah sekitar—seperti Puskesmas Simpong, Biak, Toili II, Bualemo, serta Bonebakal—turut berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Mulyanah Santy, SKM., selaku Kepala Bidang Pelayanan Medik yang mewakili pimpinan rumah sakit. Dalam pembukaannya, Mulyanah mengutarakan apresiasinya atas kehadiran para pihak dan menegaskan pentingnya audit klinis sebagai instrumen evaluasi medis secara berkala. Menurutnya, langkah peninjauan ini sangat krusial untuk mendeteksi area layanan yang masih memerlukan pembenahan sesuai regulasi baku kesehatan.
Sesi pemaparan materi menghadirkan dua dokter spesialis paru, yaitu dr. Andi Yanti, Sp.P., FISR., dan dr. Indra S. Parimba, Sp.P. Kedua narasumber tersebut membedah secara mendalam tata laksana perawatan pasien TB RO sekaligus mengevaluasi efektivitas intervensi medis yang selama ini telah diterapkan di lapangan.
Secara terpisah, Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR., M.Ked.Klin., menerangkan bahwa evaluasi terstruktur seperti ini menjadi kunci utama dalam memetakan berbagai kendala teknis pelayanan. Temuan-temuan selama audit akan dijadikan bahan perbaikan guna mendongkrak mutu perawatan, khususnya bagi penderita Tuberkulosis yang kebal terhadap obat-obatan standar.
Lebih jauh, dr. Budiyanto menekankan bahwa momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat keterpaduan kerja antara RSUD Luwuk dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (fasyankes). Sinergi yang solid dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit rujukan sangat diperlukan agar pemantauan serta penanganan pasien TB RO dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui agenda evaluasi berkelanjutan dan peningkatan wawasan para tenaga medis ini, RSUD Luwuk bertekad memberikan layanan kesehatan terintegrasi yang lebih aman, responsif, serta berfokus penuh pada keselamatan pasien. *





















