BANGGAI TIMES — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia menggelar Pertemuan Teknis Tahunan Kepala Teknik Tambang (KTT) Seluruh Indonesia pada 4 November 2026. Pertemuan strategis ini mengusung agenda utama penguatan peran KTT sebagai penggerak Good Mining Practice (GMP) demi mewujudkan pertambangan yang berkelanjutan dan kedaulatan energi nasional.
Ketua Forum Komunikasi Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah, M. Najmi Arramadhan yang juga KTT PT. Koninis Fajar Mineral, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pelopor Good Mining Practice di Kabupaten Banggai, kini menjadi contoh pertambangan mineral se Indonesia.
Najmi hadir sebagai salah satu narasumber dan memaparkan pandangan krusial terkait arah masa depan pertambangan di daerah dengan tema “Penguatan Peran KTT Sebagai Penggerak Good Mining Practice untuk Pertambangan Berkelanjutan dan Kedaulatan Energi”.

Dalam pemaparannya, Najmi menekankan bahwa kegiatan pertambangan saat ini harus dilaksanakan dalam kerangka paradigma baru, yaitu dengan menyatukan perspektif dalam menjalankan praktik di lapangan. Pengalaman semata dinilai belum cukup; para KTT juga dituntut memiliki kesamaan sudut pandang yang komprehensif dalam melihat persoalan tambang hari ini maupun tantangan di masa depan, mengingat KTT merupakan motor penggerak instrumen di lini operasional.
Lebih lanjut, Najmi merumuskan bahwa esensi Good Mining Practice (GMP) bertumpu pada tiga pilar utama yang menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab KTT ke depan:
- Keselamatan Operasional & Perlindungan Lingkungan
- Konservasi Mineral, Reklamasi, dan Pasca Tambang
- Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)
Sebagai langkah nyata di tingkat regional, FKTT Sulteng juga meluncurkan inisiatif strategis bagi seluruh Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) di wilayahnya mulai tahun 2027. FKTT mendorong setiap perusahaan untuk melaksanakan program penanaman serentak dengan skema 1 IUP 1 Hektare.
Program penanaman ini dirancang terintegrasi dengan persiapan Rencana Pasca Tambang, salah satunya melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang adaptif di lahan bekas tambang, seperti tanaman Cacao Klon 45. Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan fungsi ekologis lahan, tetapi juga menjadi fondasi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar tambang pasca-operasi.
Melalui forum nasional ini, FKTT Sulteng berharap komitmen bersama terhadap penerapan Good Mining Practice dapat semakin diperkuat, menjadikan sektor pertambangan sebagai pilar kesejahteraan yang berkelanjutan bagi Indonesia. *

















