BANGGAI TIMES — Tim ESDM Siaga Bencana dari PT Koninis Fajar Mineral (KFM) bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/10/2026).
Upaya pemadaman dan pembasahan difokuskan di zona Pit B3 serta area sekitar areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) guna mencegah kobaran api meluas.
Koordinator Lapangan PT KFM, Syakirwan, menurunkan sedikitnya 7 personel tim gabungan yang terdiri dari perwakilan PT KIM, PT Jatra, PT KFM, serta pengemudi unit water truck. Dalam penanganan ini, armada yang dikerahkan meliputi dua unit water truck, empat unit kendaraan logistik (LV), serta peralatan pendukung seperti selang 4 inci sepanjang 100 meter dan water cannon.
“Kami siaga penuh untuk memastikan tidak ada lagi titik api, baik di dalam maupun di luar areal IUP. Selagi masih bisa dijangkau, tim akan terus berupaya memadamkan api,” ujar KTT PT. KFM M. Najmi Alramadan.
Sebagai langkah antisipasi pergerakan api, tim juga merencanakan pemblokiran jalur api menggunakan alat berat ekskavator serta menambah suplai mesin pompa alkon dan selang tambahan.
Meski begitu, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, seperti kepulan asap tebal, terbatasnya sumber air, dan jangkauan selang yang belum sepenuhnya mencapai titik pusat api.
Apresiasi dari Warga
Aksi tanggap darurat yang dilakukan PT KFM mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah seorang warga, Alpian Lembong, menyampaikan rasa terima kasihnya melalui media sosial atas kesigapan tim PT KFM dan Tim Humas yang turut membantu mengamankan perkebunan warga di wilayah Sinasinaon dari ancaman api.
“Terima kasih atas kerja samanya PT KFM dan Humas yang telah sigap membantu masyarakat pemilik kebun di wilayah Sinasinaon. Semoga cepat teratasi,” ungkap Alpian.
Hingga laporan ini diturunkan, tim pemadam di lapangan masih terus melakukan pembasahan secara intensif guna memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak memicu munculnya titik api baru. *

















