BANGGAI TIMES – Operator SPBU Bunga akhirnya buka suara untuk meluruskan pemberitaan terkait video viral aksi baku hantam di area SPBU Bunga baru-baru ini.
Sebelumnya, sempat beredar asumsi di kalangan warga yang mengaitkan keributan tersebut dengan persoalan antrean atau masalah teknis solar subsidi. Namun, setelah ditelusuri, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sepenuhnya berbeda. Insiden tersebut murni dipicu oleh tindakan tidak terpuji personal, bukan karena masalah BBM subsidi.
Kronologi Kejadian yang Sebenarnya
Salah seorang operator SPBU menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 27 Juni 2026 sekitar pukul 11:32 WITA. Kejadian bermula ketika seorang sopir yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras (miras) melakukan tindakan kurang sopan kepada seorang operator wanita yang sedang bertugas di bagian pengisian solar.
Melihat kakaknya diperlakukan tidak pantas, adik dari operator wanita yang kebetulan berada di lokasi langsung mendatangi sopir tersebut untuk memberikan peringatan. Bukannya meminta maaf, sopir tersebut malah menantang adik operator untuk berkelahi.
“Jadi bukan karena antrean solar seperti dalam pemberitaan, tapi karena adanya perbuatan tidak pantas seorang supir yang lagi mabuk,” ucap operator.
Ketegangan berlanjut setelah sopir memarkirkan kendaraannya. Ia kembali mendatangi adik operator dan langsung terlibat perkelahian fisik.
Melihat tindakan arogan sopir yang diduga mabuk dan berbuat tidak sopan kepada petugas wanita, para sopir lain yang sedang mengantre serta warga di sekitar lokasi spontan ikut tersulut emosi. Massa yang geram akhirnya ikut menghakimi pelaku di lokasi kejadian.
Sepakat Berakhir Damai
Meski sempat memicu keributan besar di area SPBU Bunga, ketegangan tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum. Setelah kejadian, pihak operator wanita menyatakan enggan memperpanjang masalah ini dan memilih jalur kekeluargaan.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara baik-baik pada hari yang sama.
Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi mengaitkan insiden video viral tersebut dengan isu kelangkaan atau konflik solar subsidi, melainkan murni akibat perilaku tidak sopan oknum pengemudi yang kini telah diselesaikan secara damai. *
















