BANGGAI TIMES – Anggota Komisi XII DPR RI, Beniyanto Tamoreka, siap mengucurkan bantuan stimulus sebesar Rp5 juta bagi setiap kelompok masyarakat yang fokus pada pengelolaan lingkungan seperti Karang Taruna dan mahasiswa. Langkah nyata ini diambil guna memicu partisipasi aktif warga dalam mengatasi persoalan sampah yang kian krusial di Kabupaten Banggai.
Rencana pemberian bantuan tersebut disampaikan Beniyanto saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat. Kegiatan strategis ini digelar atas kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan DPR RI.
Bimtek ini mengikutsertakan Karang Taruna dan mahasiswa sebagai garda terdepan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Beniyanto berharap, stimulus dana ini dapat memotivasi elemen kepemudaan, khususnya Karang Taruna dan mahasiswa, untuk segera bergerak membentuk komunitas peduli lingkungan di tingkat kelurahan.

“Kami berharap pasca-sosialisasi ini, masyarakat tidak tinggal diam. Bentuk kelompok atau komunitas peduli lingkungan di setiap kelurahan. Stimulus ini adalah bentuk dukungan awal agar gerakan ini bisa langsung berjalan,” ujar Beniyanto.
Belajar dari Tragedi Longsor Sampah
Dalam pemaparannya, legislator asal Sulawesi Tengah ini mengingatkan bahwa urusan sampah tidak bisa lagi dianggap remeh atau sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia menekankan perlunya kolaborasi dan kesadaran kolektif agar dampak buruk sampah bisa diantisipasi sejak dini.
“Kita harus belajar dari kasus di Bekasi, di mana tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan longsor hingga memakan korban jiwa. Ini adalah masalah keselamatan kita bersama,” tegasnya.
Butuh Sinergi dan Dukungan Pemerintah
Selain memicu pergerakan di tingkat akar rumput melalui bantuan dana, keberlanjutan program ini juga dinilai sangat bergantung pada peran pemerintah daerah. Salah satu pembicara yang memiliki pengalaman dua tahun sebagai koordinator program lingkungan menekankan pentingnya jaminan keselamatan dan regulasi yang kuat dari pemerintah.
Dengan adanya stimulus dana dari Beniyanto Tamoreka yang dikombinasikan dengan edukasi dari Kementerian LH, program ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Banggai.
Komitmen Karang Taruna Banggai
Dalam Bimtek ini menghadirkan narasumber Direktur Penanganan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Banggai dan Ketua Karang Taruna Banggai Wahyu Dharmawanto Maku.

Wahyu menyampaikan Karang taruna Banggai siap membangun kolaborasi dengan kampus-kampus besar di Kabupaten Banggai untuk pengelolaan sampah.
Tidak hanya itu, Karang Taruna Banggai juga telah menghadirkan sejumlah bantuan KLH ke Kabupaten Banggai seperti kendaraan pengangkut sampah dan kolam ikan.
Ia bertekad membawa Karang Taruna menjadi pelopor peraih Adipura. *
(Naser Kantu)










