BANGGAI TIMES – Bupati Banggai, Amirudin, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 yang diselenggarakan di kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (20/4/2026).
Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai dalam menjaga stabilitas pangan di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem.
Selain agenda Rakornas, Bupati Amirudin juga turut menyaksikan pelantikan pengurus Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) periode 2026–2030.
Sinergi antara komoditas pangan strategis dan sektor sawit menjadi poin penting dalam kunjungan kerja kali ini demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas prediksi BMKG mengenai transisi fenomena El Nino yang diperkirakan melanda Indonesia mulai April hingga Desember 2026. Dengan proyeksi 64,5% wilayah mengalami curah hujan rendah, Bupati Amirudin langsung mengambil langkah responsif untuk memitigasi dampak kekeringan di Kabupaten Banggai.
Bantuan Pompanisasi untuk Petani
Kementerian Pertanian melalui Rakornas ini memastikan akan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian secara masif. Kabupaten Banggai menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan untuk menerima bantuan pompa air guna mengamankan pasokan air di area persawahan yang terdampak kemarau panjang.

Langkah bantuan pompanisasi ini dinilai sebagai solusi konkret bagi petani lokal agar tetap produktif meski curah hujan berada di bawah normal. Pemerintah Kabupaten Banggai berkomitmen untuk segera mendistribusikan bantuan tersebut tepat sasaran ke wilayah-wilayah yang paling rentan.
Sinergi Menuju Kedaulatan Pangan
Partisipasi aktif Bupati Amirudin dalam Rakornas ini merupakan bagian dari upaya besar menjaga kedaulatan pangan nasional. Melalui dukungan teknologi pertanian dan koordinasi yang solid dengan pemerintah pusat, Kabupaten Banggai optimistis dapat melewati tantangan iklim tahun 2026.

Diharapkan, sinergi antara pemerintah daerah, Kementan, dan asosiasi terkait seperti AKPSI dapat memperkuat fundamental ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan, sehingga kesejahteraan petani di Kabupaten Banggai tetap terjaga meski di tengah ancaman musim kemarau. *

















