BANGGAI TIMES – Kabar menggembirakan datang bagi para petani perkebunan di Kabupaten Banggai. Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) kembali mendapatkan dukungan program pengembangan komoditas perkebunan dari pemerintah pusat.
Melalui anggaran APBN 2026 yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI Direktorat Jenderal Perkebunan, Kabupaten Banggai memperoleh alokasi bantuan bibit kelapa untuk seluas 5.000 hektare serta bibit kakao untuk seluas 3.000 hektare yang nantinya akan disalurkan kepada kelompok tani penerima.
Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Dewi Wahyuni Mang, kepada Luwuk Times, Kamis (07/05/2026).
Menurut Dewi Wahyuni, saat ini program tersebut telah memasuki tahap administrasi sebelum penyaluran bibit dilakukan kepada kelompok penerima.
“Untuk kelapa tahap pertama, penyaluran kami rencanakan berlangsung Mei atau Juni 2026. Kakao juga sama, akan segera disalurkan,” jelasnya.
Ia menerangkan, bantuan bibit kelapa tahap awal akan difokuskan pada sejumlah kecamatan sentra perkebunan, yakni:
- Kecamatan Luwuk Timur
- Kecamatan Luwuk Utara
- Kecamatan Balantak
- Kecamatan Balantak Utara
- Kecamatan Balantak Selatan
- Kecamatan Bualemo
- Kecamatan Masama
- Kecamatan Mantoh
Sementara itu, untuk bantuan bibit kakao, distribusinya akan mencakup seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Banggai.
Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini diberikan melalui kelompok tani dengan jumlah bantuan yang disesuaikan berdasarkan luas lahan para anggota kelompok penerima.
“Awalnya penyuluh melakukan pendataan kelompok tani sesuai wilayah binaannya masing-masing. Setelah itu ada tim teknis dari kementerian yang akan turun melakukan verifikasi. Kami di daerah menerima barang sekaligus melakukan pendampingan,” terangnya.
Pemerintah berharap program ini mampu memperkuat sektor perkebunan rakyat di Kabupaten Banggai, sekaligus meningkatkan produksi serta produktivitas komoditas unggulan daerah, khususnya kelapa dan kakao yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di berbagai kecamatan. *





















