BANGGAI TIMES– Aktivitas kegempaan yang cukup kuat mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data grafik Magnitudo – Waktu yang menunjukkan bahwa gempa utama berkekuatan Magnitudo 6,7 terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026.
Berdasarkan pemutakhiran data yang dirilis BMKG hingga pukul 13.30 WITA, aktivitas seismik di zona tersebut menunjukkan frekuensi yang cukup tinggi dengan total 48 kali gempa bumi susulan (aftershocks) yang berhasil terekam.
Fluktuasi Gempa Susulan
Gempa susulan pertama langsung tercatat pasca-gempa utama pada pukul 11.32 WITA dengan kekuatan M 4,6. Tren kekuatan gempa susulan setelah itu tampak fluktuatif.
Meskipun rata-rata gempa susulan berada di kisaran Magnitudo 3,0 hingga 4,0, BMKG sempat mencatat adanya satu hentakan gempa susulan yang cukup signifikan, yakni mencapai Magnitudo 5,2 pada pukul 12.12 WITA. Menjelang pukul 13.30 WITA, kekuatan gempa susulan perlahan mulai melandai dengan catatan terakhir berada di Magnitudo 3,1 pada pukul 13.27 WITA.
Imbauan Keselamatan
Masyarakat di wilayah sekitar episentrum, termasuk yang merasakan getaran di area Palu, diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi runtuhan material bangunan. Warga diminta memastikan tempat tinggalnya aman dari kerusakan struktur akibat gempa utama sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan. Memantau kanal resmi BMKG secara berkala sangat disarankan untuk mendapatkan informasi valid secara aktual. *
















