BANGGAI TIMES – Ditengah puncak perayaan Hari Perhubungan Nasional oleh Gubernur Sulawesi Tengah, ada kondisi memprihatinkan dibalik makna momen seremonial yang diperingati tersebut.
Pelabuhan Tangkiang Luwuk sebagai salah satu pelabuhan bongkar muat terbesar di Kabupaten Banggai, menyimpan celah keselamatan pengguna jalan.
Jalan trans sulawesi yang membelah ditengah-tengah pelabuhan kontainer tersebut tidak memiliki penerangan yang memadai. Penerangan terlihat hanya di dalam pelabuhan.
KUPP Luwuk sebagai penanggungjawab Pelabuhan Tangkiang, Hasfar yang dikonfirmasi mengatakan tidak memiliki urusan sama sekali terkait fasilitas penerangan jalan sarana publik seperti jalan raya disekitar pelabuhan.
“Itu bukan urusan kami, itu urusan PU. Jangan tanyakan ke saya,” ucapnya singkat.
Dengan jawaban seperti itu, menandakan lemahnya koordinasi dan komunikasi antara stakeholder vertikal dan pemerintah daerah.
Padahal, jalan raya tersebut juga digunakan untuk aktivitas bongkar muat pelabuhan Tangkiang. *





















