Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terbaru

Hasil Lobi Bupati Amirudin, Kabupaten Banggai Kembali Terima Tambahan Program Perluasan Areal Jagung dari Pusat

×

Hasil Lobi Bupati Amirudin, Kabupaten Banggai Kembali Terima Tambahan Program Perluasan Areal Jagung dari Pusat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGGAI TIMES – Upaya lobi Bupati Banggai H. Amirudin ke pemerintah pusat kembali membuahkan hasil manis bagi sektor pertanian Kabupaten Banggai. Pada tahun 2026 ini, program perluasan areal tambah tanam jagung di Kabupaten Banggai mengalami peningkatan signifikan, dari yang sebelumnya hanya 2.000 hektare kini naik menjadi 2.700 hektare.

Peningkatan luasan tersebut merupakan buah dari komunikasi intensif serta lobi yang dilakukan oleh Bupati Banggai H. Amirudin bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Banggai kepada Direktorat Jenderal Serealia Kementerian Pertanian RI.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Banggai, Hendra Saadjad, kepada Luwuk Times, Rabu (06/05/2026), menjelaskan bahwa bantuan program APBN tersebut tersebar di 12 kecamatan dan menyasar sebanyak 147 kelompok tani di Kabupaten Banggai.

“Dibandingkan tahun sebelumnya bantuan sudah bertambah. Tahun lalu hanya 2.000 hektar, sekarang menjadi 2.700 hektar. Ini berkat lobi-lobi Bupati Banggai H. Amirudin ke pemerintah pusat melalui Dirjen Serealia Kementerian Pertanian, termasuk komunikasi yang dilakukan Kadis TPHP Banggai,” ujar Hendra.

Baca juga:   Anggota DPD RI Andhika Amir Reses ke OJK Sulteng, Ini Isu Menarik Yang Dibahas

Adapun 12 kecamatan penerima program tersebut meliputi:

  • Kecamatan Balantak Utara
  • Kecamatan Balantak
  • Kecamatan Batui
  • Kecamatan Kintom
  • Kecamatan Bunta
  • Kecamatan Simpang Raya
  • Kecamatan Pagimana
  • Kecamatan Mantoh
  • Kecamatan Lamala
  • Kecamatan Luwuk Timur
  • Kecamatan Luwuk Utara
  • Kecamatan Luwuk

Poligon Lahan dan Bantuan Benih Berkualitas

Menurut Hendra, sebenarnya usulan awal perluasan areal tambah tanam mencapai 3.000 hektare. Namun, terdapat ketentuan dari pemerintah pusat terkait kesiapan poligon lahan sehingga yang dapat terakomodir seluas 2.700 hektare.

“Harus ada poligon lahan yang jelas. Selain itu waktu pemasukan CPCL atau calon petani calon lahan sangat mepet, sehingga hanya 12 kecamatan yang bisa tercover,” jelasnya.

Dalam program tersebut, pemerintah pusat juga mengalokasikan bantuan benih jagung hibrida sebanyak lebih dari 41 ton. Benih yang disiapkan merupakan produk unggulan Syngenta jenis NK Juara yang dikenal memiliki tingkat produktivitas tinggi.

Baca juga:   Dewan Minta Golkar Banggai Usulkan Nama Pimpinan DPRD Sementara, Irwanto Kulap Berpeluang

Saat ini bantuan benih masih dalam proses pengiriman dari pelabuhan menuju Dinas TPHP Banggai sebelum nantinya didistribusikan kepada kelompok tani penerima manfaat. Sebelum penyaluran dilakukan, benih tersebut terlebih dahulu akan menjalani uji tumbuh oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

“Sebelum distribusi dilakukan uji tumbuh dulu oleh BPSB, pengambilan sampel sekitar 7 sampai 10 hari proses pengujiannya. Setelah memenuhi syarat baru kami salurkan kepada kelompok tani yang terdaftar,” terangnya.

Hendra menambahkan, program perluasan areal tambah tanam merupakan program rutin APBN, namun tidak semua daerah bisa mendapatkan alokasi bantuan tersebut.

“Ini program setiap tahun, tapi tergantung lobi dan kesiapan daerah. Tidak semua kabupaten bisa dapat. Di Sulawesi Tengah salah satunya Kabupaten Banggai,” tandasnya. *

Example 120x600