BANGGAI TIMES – Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P., memimpin rapat koordinasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Banggai Sakti yang membahas rencana pengembangan usaha dan kebutuhan administratif perusahaan, bertempat di Ruang Rapat Khusus Kantor Bupati Banggai, pada Selasa (30/6/2026).
Dalam rapat tersebut, dibahas beberapa usulan penting, antara lain permohonan penggunaan logo Banggai Sakti, persetujuan izin kelayakan bisnis, serta usul peminjaman dana awal untuk keperluan pembuatan studi kelayakan bisnis. Usulan-usulan ini dianggap krusial untuk memperkuat posisi Perumda saat menjalin kerja sama dengan mitra usaha.
Bupati Banggai menegaskan bahwa kelengkapan dokumen dan legalitas menjadi syarat utama sebelum memperluas kerja sama. “Logo dan dokumen tata kelola yang jelas sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas Perumda dalam menjalin hubungan bisnis,” ujarnya.

Manajemen Perumda menjelaskan bahwa pengembangan usaha dibagi dalam tiga tahapan: jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Tahap pertama difokuskan pada penguatan kelembagaan dan usaha perdagangan dasar, sementara tahap kedua (2027–2029) mencakup pengembangan unit bisnis dan hilirisasi pangan, dan tahap ketiga (2030–2031) fokus pada penguatan infrastruktur pangan dan perikanan.
Penjelasan lebih rinci disampaikan terkait tahap pertama yang saat ini tengah dijalankan. Perumda memilih memulai dengan pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan menjadi aplikator serta pencari pasar. Terdapat vendor yang siap mendukung, sehingga Banggai Sakti mulai memasok kebutuhan ATK ke OPD, BUMN, dan perusahaan swasta.
Target dari tahap satu adalah pembentukan unit usaha perdagangan yang menghasilkan pendapatan rutin, serta tertatanya tata kelola dan legalitas. Manajemen menegaskan perlunya pengesahan logo Perumda yang sebelumnya telah diusulkan, karena hal tersebut mempengaruhi kemampuan menjalin kerja sama dengan mitra usaha.
Untuk tahap kedua (2027–2029), rencana kerja meliputi penyediaan ATK untuk seluruh OPD, pengadaan bahan habis pakai perkantoran, percetakan dokumen pemerintah, distribusi beras ASN & PTT, serta pemasaran produk non-beras UMKM untuk paket sembako. Pada tahap ini juga direncanakan pengembangan percetakan digital dan jasa desain grafis.
Hilirisasi produk pertanian dan optimalisasi produk olahan pangan menjadi bagian penting pada tahap dua. Rencana kerja mencakup kerja sama hilirisasi hortikultura, pengolahan hasil perikanan dan peternakan, serta peningkatan nilai tambah produk lokal demi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Memasuki tahap ketiga, Perumda akan menyempurnakan program sebelumnya dengan pengembangan cold storage perikanan, pusat distribusi hortikultura, dan hilirisasi produk unggulan. Program ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur serta memperluas jangkauan pasar produk lokal. *
(DKISP Banggai)
















